Kembalilah
Ketika derap menjadi gegap,
Saat degub mengayuh takjub,
Kau menghilangkan ragu,
menghampar nyali dalam shimpony nyanyian patah hati.
Wahai jiwa yang menggugah masa,
Merambati gelap menggapai arti
kebebasan,
Kau sampirkan kemerdekaan ini
pada bayang kesemuan.
Kau bilang takdir ini adalah
kebebasan,
Tapi bagiku serupa pengkhiantan.
Bukan ku sedang benci ucap lidah
yang penuh buih...
Penuh keegoisan para angkara
hati.
Harus kemana ku cari persemayaman sang nurani,
Ketika semua etika tak lagi jadi
suri dan lambat laun menuju mati.
Jeritan para pujangga suci malah
kau caci,
Sedang para durjana kau sebut
pembela sejati.
Wahai jiwa yang merasa mulia,
Kau hitam kelabukan cermin hati
demi kepuasan materi,
Jangan kau simbahi rahim
pertiwiku dengan luapan berjuta perih.
Bukankah kau lahir di sini,
Bersenandung Indah tentang Padamu
Negeri,
Kembalilah pulang jangan lagi kau
hianati bumi pertiwi.

Komentar
Posting Komentar